HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA (HTTS) 2022

Create by : Promkes Puskesmas Poncol

Backdrop Peringatan HTTS 2022

Poncol – Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) diperingati pada tanggal 31 Mei setiap tahun. Tujuan dari peringatan tersebut untuk meningkatkan kesadaraan masyarakat tentang efek bahaya dari konsumsi rokok atau tembakau. Sebagai informasi, tembakau dan segala jenis rokok termasuk rokok konvensional maupun elektrik sangat berbahaya bagi tubuh. Aktivitas ini tidak hanya mengancam kesehatan diri sendiri, tetapi juga kesehatan keluarga, teman, dan orang sekitar.Kebiasaan merokok tidak hanya jadi masalah pada orang dewasa tetapi juga marak di kalangan anak-anak dan remaja. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya prevalensi merokok di populasi usia 10-18 tahun.Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dikutip dari halaman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), terdapat peningkatan prevalensi merokok penduduk umur 10 tahun dari 28,8 persen pada tahun 2013, menjadi 29,3 persen pada tahun 2018. Oleh karena itu, perayaan ini menjadi momentum yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2022 mengangkat tema “Tobacco: Threat To Our Environment” yang artinya “Tembakau: Ancaman Terhadap Lingkungan Kita”, merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran tentang efek bahaya dari konsumsi rokok dan paparan asap rokok terhadap lingkungan. Dikutip dari buku Panduan Pelaksanaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2022, tema tersebut dianggap relevan untuk menjawab tantangan terbesar di bidang kesehatan masyarakat dan isu lingkungan hidup. Juga, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat tentang dampak lingkungan dari tembakau, seperti penanaman, produksi, distribusi, dan limbah, sehingga memberikan satu alasan tambahan bagi perokok untuk berhenti merokok. Hari Tidak Merokok Sedunia’ diperkenalkan sebagai tujuan untuk mendesak para pecandu tembakau agar tidak merokok selama 24 jam, yang diharapkan dapat mendorong mereka untuk berusaha berhenti merokok selamanya. Yuk mari kita sebarkan informasi menarik ini 😉 Salam Sehat untuk Semua nya

Promkes Puspo
Promkes Puspo

KEGIATAN EDUKASI PROLANIS UNTUK LANSIA PUSPO

Create by : PJ & Team Prolanis

Giat Hari ini Sabtu 28 Mei 2022, Program Pengelolaan Penyakit Kronis UPTD Puskesmas Poncol atau Prolanis merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta, Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Penyuluhan atau pemberian edukasi bagi Prolanis tentu saja merupakan hal yang penting dan wajib di berikan oleh petugas kesehatan, karena dengan edukasi, mereka bisa lebih faham dengan kondisi kesehatan

SAFETY BRIEFING UPTD PUSKESMAS PONCOL

Create by : Team Mutu & K3 Puspo

Safety Briefing atau Tool Box Meeting merupakan salah satu kegiatan wajib dilaksanakan sebelum bekerja di lokasi pekerjaan selama pekerjaan berlangsung agar dapat selamat dan terhindar dari kecelakaan kerja. Team Mutu melalui Koordinator Keselamatan dan Kesehatan kerja melakukan simulasi Safety Briefing yang dilaksanakan oleh perwakilan tiap unit karyawan UPTD Puskesmas Poncol.

Pelaksanaan Safety Briefing oleh team K3 UPTD Puskesmas Poncol

Lalu apa itu K3 Perkantoran? Yaitu segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan kerja karyawan melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di kantor.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyusun peraturan yaitu Permenkes No.48 tahun 2016 mengenai Standar K3 Perkantoran. Penyelenggaraannya yaitu dengan membentuk dan mengembangkan Sistem Manajemen K3 Perkantoran, dan menerapkan Standar K3 Perkantoran. Bagian-bagian dari standar K3 Perkantoran antara lain persyaratan keselamatan kerja di perkantoran, kewaspadaan bencana, peningkatan kesehatan kerja, pencegahan penyakit, termasuk penanganan penyakit, identifikasi lingkungan kerja perkantoran, serta penilaian ergonomi seperti luas tempat kerja, tata letak, koridor, sarana kerja, dan sebagainya.

Pelaksanaan peningkatan kesehatan kerja di perkantoran dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan kesehatan kerja, pembudayaan PHBS (Perilaku hidup bersih dan sehat), penyediaan ruang laktasi untuk ibu menyusui, serta program aktivitas fisik di tempat kerja. Program pencegahan penyakit di perkantoran dapat dilakukan dengan mengendalikan faktor risiko, penemuan dini kasus penyakit dan penilaian status kesehatan melalui Medical Check Up.

Untuk melaksanakan K3 di Perkantoran diperlukan adanya komitmen dari pimpinan mulai dari Kepala Puskesmas dan seluruh Karyawan. Pelaksanaan K3 perkantoran dapat meningkatkan pengendalian kesehatan menjadi lebih promotif dan preventif sehingga dapat terwujud karyawan yang sehat, bugar, dan produktif.

Koordinator K3 dan Seluruh Perwakilan Karyawan dari tiap unit UPTD Puskesmas Poncol melakukan Simulasi Safety Briefing

Kegiatan Pembinaan Kader Posyandu UPTD Puskesmas Poncol

Oleh : Pokja UKM

Pertemuan Pembinaan Kader di UPTD Puskesmas Poncol Kader kesehatan adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat, dalam hal ini kader disebut juga sebagai penggerak atau promotor kesehatan.Kader kesehatan merupakan tenaga masyarakat yang di anggap paling dekat dengan masyarakat, pada kesempatan kali ini Pembinaan Kader diisi oleh PJ.Program Hepatitis yang Menyampaikan tentang Penyakit Hepatitis akut mulai dari gejala,upaya Pertolongan,hingga Pencegahannya. dilanjutkan Penyampaian Program Kesehatan Lingkungan yang diisi materi tentang 5 Pilar STBM, Sesuai Permenkes No. 3 Tahun 2014, 5 Pilar STBM meliputi: Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT), dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT). Dengan adanya kegiatan Pembinaan Kader ini diharapkan para Kader dapat menambah wawasan & ilmu pengetahuan yang update di Bidang Kesehatan dan diteruskan kepada Masyarakat

Pembinaan Kader Posyandu di Ruangan Husada Pinus I Puskesmas Poncol

Manajemen Fasilitas Keselamatan (MFK) Pelatihan Penggunaan APAR

Oleh : Tim K3 UPTD Puskesmas Poncol

Kepala UPTD, Ketua Tim Mutu & Bapak Sukrawan, AMKL Selaku Koordinator Tim K3 Melakukan Sosialisasi Penggunaan Alat Pemadam Api 🔥 Ringan (APAR)

Kepala UPTD Puskesmas Poncol dr. kuntum Dhiyah Susanti, Manajemen Mutu yang di Ketuai oleh drg. Dhiyah Ayu. M dan Tim K3 yang dikoordinir oleh Bapak Sukrawan, AMKL melaksanakan rangkaian Kegiatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dalam rangka proses Re Akreditasi Puskesmas Poncol di Kabupaten Magetan.

APAR merupakan alat pemadam api yang ringan serta mudah digunakan semua orang guna memadamkan api/kebakaran pada saat terjadi kebakaran.

pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petugas Puskesmas tentang fungsi APAR, juga melatih petugas agar mampu menggunakan APAR. dihadiri oleh Perwakilan petugas yang ada di Puskesmas Poncol masing-masing tiap unit mewakilkan 3 Orang, dengan total Peserta sebanyak 15 orang yang terdiri dari Petugas dan Staf Puskesmas.

Minilokakarya Rutin Bulanan UPTD Puskesmas Poncol

        

Mini lokakarya Puskesmas merupakan salah satu bentuk upaya untuk penggalangan dan pemantauan berbagai kegiatan melalui pertemuan. Sesuai Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas (Depkes RI, 2006), Manajemen Puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian. Penerapan manajemen penggerakan pelaksanaan dalam bentuk forum pertemuan yang dikenal dengan Lokakarya Mini.

Minilokakarya Bulan Mei Tahun 2022

Berikut beberapa hal yang tercantum dalam Pedoman tersebut terkait minlok Puskesmas.

Tujuan umum Lokakarya Mini Puskesmas adalah untuk meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggalangan kerja sama tim baik lintas program maupun lintas sektor serta terlaksananya kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan.

Sedangkan tujuan khusus Minilok Puskesmas antara lain untuk :

1.  Tergalangnya kerjasama tim baik lintas program maupun lintas sektor.

2.  Terpantaunya hasil kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan.

3.  Teridentifikasinya masalah dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan Puskesmas.

4.  Teridentifikasinya penyebab masalah serta diupayakannya pemecahan masalah.

5.  Tersusunnya rencana kerja untuk periode selanjutnya.

Hanya 1 Menit untuk Skrining Mandiri

Hai kawan, tahukah Anda bahwa 75% penderita TBC adalah usia produktif. Dan sayangnya, mereka sering terlambat datang ke fasilitas kesehatan. 

Kini ada cara mudah mengenali gejala TBC. Hanya dengan 1 menit pengisian form skrining secara mandiri, Anda akan segera mengetahui apakah saat ini Anda merupakan terduga TBC atau bukan. 

Namun, semua itu bergantung pada kejujuran Anda dalam mengisi form skrining. Segala informasi yang Anda sampaikan akan sangat berguna bagi Anda untuk mengetahui status terduga sedini mungkin. Semakin dini gejala TBC terdeteksi, maka semakin cepat diobati dan tidak menulari keluarga yang Anda sayangi. 

Segala yang Anda cantumkan dalam form skrining akan kami jamin kerahasiaanya. Hanya tenaga kesehatan berwenang yang bisa memanfaatkan data ini untuk kepentingan Anda. 

Apakah Anda bersedia melakukan skrining mandiri ?

SITUASI SUMBERDAYA KESEHATAN

Karyawan dan Karyawati UPTD Puskesmas Poncol

SARANA KESEHATAN
Puskesmas Poncol merupakan Puskesmas Rawat Inap dengan persalinan yang memiliki 10 tempat tidur.Terdapat 2 Puskesmas Pembantu yaitu di Desa Janggan dan Desa Cileng,1 Polindes di Desa Janggan, 5 Ponkesdes di Desa Sombo,Poncol,Gonggang,Genilangit,Plangkrongan.

Sarana Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)
a. Posyandu
Jumlah Posyandu di Wilayah Puskesmas Poncol Tahun 2021 sebanyak 50 unit yang terdiri dari Posyandu Pratama sebanyak 0 pos (0%), Posyandu Madya sebanyak 0 pos ( 0 %), Posyandu Purnama sebanyak 50 pos ( 100 %) dan Posyandu Mandiri 0 pos ( 0 %).
b. Desa Siaga dan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa)
Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki minimal sebuah Poskesdes dengan tenaga 1 bidan dan 2 kader. PadaTahun 2021 diwalayah Puskesmas Poncol terdapat 8 desa siaga (100%).

TENAGA KESEHATAN
Jumlah tenaga di Puskesmas Poncol pada Tahun 2022 sebanyak 53 orang meliputi tenaga medis (dokter) 2 orang, dokter gigi 1 orang, tenaga perawat 15 orang, perawat gigi 1 orang, tenaga bidan 17 orang, tenaga ahli Gizi 2 orang,tenaga kesmas 2 orang, tenaga kesehatan lingkungan 2 orang, apoteker 1 orang, asisten apoteker 2 orang, analis 1 orang, tenaga RM 1 , tenaga administrasi 2 orang, sopir 2 orang, kebersihan 2 orang, penjaga malam 1 orang.