Poncol – Lansia merupakan sebuah siklus hidup manusia yang hampir pasti dialami setiap orang. Kenyataan saat ini, setiap kali menyebut kata āLansiaā yang terbersit di benak kita adalah seseorang yang tidak berdaya, dan memiliki banyak keluhan kesehatan. Padahal, Lansia sebenarnya dapat berdaya sebagai subyek dalam pembangunan kesehatan. Pengalaman hidup, menempatkan Lansia bukan hanya sebagai orang yang dituakan dan dihormati di lingkungannya, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahanĀ (agent of change)Ā di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya dalam mewujudkan keluarga sehat, dengan memanfaatkan pengalaman yang sudah dimiliki dan diperkaya dengan pemberian pengetahuan kesehatan yang sesuai. UPTD Puskesmas Poncol melalui Program Promkes membuat Media Promosi dalam bentuk poster dan penyuluhan berupa Video, media ini dibuat untuk kepentingan edukasi kepada masyarakat agar mengetahui perilaku Lansia yang Sehat & Mandiri. berikut kami lampirkan poster & link promosi kesehatan tentang Lansia di Channel YouTube Puspo “Salam Sehat Untuk Semuanya” šš«š
Petugas Sanitarian Puspo Melakukan IKL TPM -PIRT “TRISNO KOPI” ā
Pelaksanaan Inspeksi dan Monitoring Tempat-tempat Pengolahan Makanan (TPM) yang dilakukan oleh Sanitarian Puspo dilakukan secara berkala bertujuan untuk mengetahui sejauh mana para Pengusaha Pengelola Makanan telah mememenuhi persyaratan sanitasi tempat pengelolaan makanan (TPM) dan mampu menerapkan persyaratan dan teknik pembersihan atau pemeliharaan di ruangan tempat pengelolaan makanan (TPM) agar terhindar dari resiko pencemaran. Pada Kesempatan kali ini Petugas Sanitarian Melakukan kegiatan IKL di Pangan Industri Rumah Tangga “TRISNO KOPI” yang Berada di Desa Alas Tuwo. Pelaksanaan Inspeksi dan Monitoring ini juga bersifat memberikan pembinaan sekaligus pengawasan secara langsung bagaimana pengelolaan makanan yang baik, sehat dan benar.
Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu dan merusak kesehatan, mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, sampai pada saat dimana makanan dan minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau konsumen. Melalui Inspeksi dan Monitoring yang dilakukan ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen dari penyakit yang dapat diakibatkan oleh makanan dan minuman yang dikelola dengan tidak sehat, sehingga akan terwujud masyarakat Kecamatan Poncol yang sehat dan sejahtera. “Salam Ngopi” šā @
IBI Ranting Poncol bersama Ibu KA.UPTD Pusk.Poncol dalam kegiatan Lomba Paduan Suara HUT IBI ke 71 di Kantor Cabang IBI Magetan
Poncol- Dikuti dari ibi.or.id, bidan adalah tenaga professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memfasilitasi persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi.
Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan.
Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Seluruh anggota IBI terdiri dari wanita hingga bergabung dengan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pada tahun 1951. Kemudian pada tanggal 15 Oktober 1954, IBI menjadi organisasi berbadan hukum dan terdaftar dalam Lembaga Negara nomor: J.A.5/92/7 Tahun 1954 oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Pada 1956, IBI menjadi bagian dari ICM (International Confederation of Midwives).Menurut Undang-Undang RI No.8 tahun 1985, tentang organisasi kemasyarakatan, IBI terdaftar sebagai anggota ke 133 Lembaga Sosial Masyarakat di Indonesia.
Saat ini, IBI memiliki 249 cabang di seluruh Provinsi di Indonesia. “Selamat Ulang Tahun ke 71 IBI” š«šššš @puskponcol
Kementerian Kesehatan RI mulai mengintegrasikan dan merevitalisasikan pelayanan kesehatan primer. Integrasi pelayanan kesehatan akan terlihat mulai dari pelayanan di Puskesmas sampai ke pelayanan di tingkat desa.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan untuk menunjang hal tersebut dibutuhkan kelembagaan yang baik dan tertata, fokus layanan kesehatan distandarkan, apa saja yang kurang akan dilengkapi baik sarana prasarana maupun SDM nya, serta proses dilakukan secara digital.
āButuh dukungan untuk mewujudkannya. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi orang sakit dan tidak produktif sehingga tugas saya menjaga agar ekonomi kita tetap tercapai pertumbuhannya dengan cara mengurangi jumlah orang yang sakit dan menjaga orang agar tetap bisa produktif selama-lamanya, katanya pada kick off integrasi pelayanan kesehatan primer di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (10/6).
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dr. Maria Endang Sumiwi, MPH mengatakan pelayanan itu dilakukan melalui kegiatan Posyandu dan kunjungan rumah oleh kader. Untuk itu diperlukan penataan kelembagaan, sumber daya, dan pola pembinaan berjenjang agar integrasi pelayanan kesehatan ini dapat berjalan secara optimal.
āPengembangan konsep integrasi dan penataan kelembagaan telah dibahas bersama oleh Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,ā ucap dr. Maria.
Integrasi pelayanan kesehatan primer akan diterapkan terlebih dahulu di lokasi uji coba yaitu 9 provinsi yang mewakili empat karakteristik wilayah di Indonesia yaitu perkotaan, perdesaan, terpencil dan sangat terpencil.
9 provinsi tersebut antara lain Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Maluku, dan Provinsi Papua.
Badan Kebijakan Pembangungan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI akan melaksanakan uji coba selama 3 bulan dan akan mendokumentasikan serta mengkaji seluruh proses uji coba integrasi pelayanan primer ini.
Dari proses tersebut BKPK akan mengeluarkan kajian dan rekomendasi kebijakan yang meliputi evaluasi terhadap peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan, pemetaan sumber daya manusia dan kompetensi yang dibutuhkan di jejaring pelayanan primer, serta penghitungan dan pemetaan pembiayaan sebagai dasar pelaksanaan dalam skala nasional.
Integrasi pelayanan kesehatan primer ini merupakan bagian dari kegiatan transformasi pelayanan kesehatan primer yang merupakan pilar pertama dari transformasi sistem kesehatan.
Transformasi layanan kesehatan primer harus mendapat perhatian khusus serta investasi kesehatan yang besar, dengan fokus kepada promotif dan preventif. Transformasi dimulai dari Puskesmas, Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa dan juga nantinya harus melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan swasta.
Saat ini jumlah Puskesmas sebanyak 10.292, dimana jumlah ini tidak cukup untuk melayani 273,5 juta penduduk. Transformasi ini harus dapat menyediakan sekitar 300 ribu unit/outlet Posyandu yang memberikan layanan promotive dan preventif di tingkat dusun/RT/RW, dilengkapi dengan pelayanan kesehatan di desa/kelurahan melalui Posyandu Prima.
Posyandu Prima akan memberikan layanan kesehatan setiap hari dan mengkoordinir seluruh kegiatan Posyandu di tingkat dusun/RT/RW, sehingga layanan kesehatan menjadi terintegrasi, lebih mudah diakses dan berada dekat dengan masyarakat.
Integrasi layanan primer di Puskemas/ tingkat kecamatan, layanan akan diberikan dengan pendekatan kluster, yaitu kluster ibu hamil, anak dan remaja, kluster usia produktif dan lansia, serta kluster penanggulangan penularan penyakit/ surveilans termasuk laboratorium puskesmas.
Integrasi layanan primer di tingkat desa/kelurahan akan melibatkan seluruh struktur yang ada di desa, yaitu pemerintah desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa (Posyandu, PKK, dan Karang Taruna). Penguatan/revitalisasi Posyandu akan dilakukan dengan mengintegrasikan layanan kesehatan di desa seperti Pustu dan Poskesdes ke dalam Posyandu di desa menjadi Posyandu Prima.
Kegiatan Posyandu di tingkat Dusun/RT/RW akan berjalan lebih efektif karena melaksanakan kegiatan Posyandu untuk seluruh sasaran siklus hidup mulai dari ibu hamil sampai dengan lansia secara terpadu dan terintegrasi dan diperkuat oleh kunjungan rumah oleh kader yang dilakukan secara rutin dan terencana.
Terkait Posyandu Prima, diharapkan seluruh desa dapat dipenuhi dengan pelayanan kesehatan (minimal 1 perawat dan 1 bidan) yang akan bersinergi dengan Posyandu dalam Posyandu Prima.
Ujicoba ini diawali dengan pelaksanaan Kick Off Meeting pada Jumat (10/6). Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang diwakili oleh Sekjen Taufik Madjid, serta perwakilan dari kementerian/lembaga dari Kemenkeu, Bappenas, BKKBN.
Tak hanya itu, turut juga mengundang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dari 9 provinsi, serta Bupati dan jajarannya termasuk puskesmas uji coba dari Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Garut, Kota Surabaya, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Banjar, Kabupaten Maros, Kota Tual dan Kabupaten Keerom.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2).
Jum’at 17 Juni 2022, bertempat di Balai Kecamatan Poncol, diadakan kegiatan Skrining monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular (PTM) bagi Lintas Sektor dan Pegawai Kecamatan. peran serta linsek dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) meliput merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktifitas fisik, obesitas, stres, hipertensi, hiperglikemi, hiperkolesterol serta menindak lanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar.
Jajaran Linsek & Pegawai Kecamatan Poncol yang ikut Kegiatan Skrining PTMCegah Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan Deteksi Dini
Adapun jenis kegiatan Skrining PTM meliputi :
Melakukan wawancara untuk menggali informasif aktorresiko keturunan dan perilaku;
Melakukan penimbangan dan mengukur lingkar perut, serta Indeks Massa Tubuh termasuk analisa lemak tubuh;
Melakukan pengukuran tekanan darah;
Melakukan pemeriksaan gula darah;
Melakukan pengukuran kadar lemak darah (kolesterol total dan trigliserida);
Melakukan pemeriksaan fungsi paru sederhana (Peakflowmeter);
Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) oleh tenaga dokter dan bidan terlatih di puskesmas;
Melaksanakan konseling (diet, merokok, stress, aktifitas fisik dan lain-lain) dan penyuluhan kelompok termasuk sarasehan;
Melakukan olah raga/aktifitas fisik bersama dan kegiatan lainnya;
Poncol – Dalam rangka meningkatkan kerjasama serta koordinasi lintas sektor pada bidang kesehatan, UPTD Puskesmas Poncol melaksanakan Lokakarya Mini Lintas Sektor (Linsek) Triwulan II Tahun 2022, Jum’at (10/6/2022). Lokakarya Mini Linsek sebagai media koordinasi dan komunikasi, sekaligus keterkaitan antara dunia kesehatan dengan mediasi lintas sektor saat ini.
Dalam sambutannya, Kepala UPTD Puskesmas Poncol Dokter Kuntum Dhiyah Susanti menyampaikan bahwa lokakarya mini linsek ini diharapkan terus meningkatkan peranserta lintas sektor di Kecamatan Poncol untuk terus Bersinergi bersama di bidang kesehatan.
āDalam lokakarya mini Linsek ini juga diadakan penggalangan Komitmen Bersama Linsek untuk mendukung UPTD Puskesmas Poncol dalam melaksanakan Program & Pelayanan di bidang Kesehatan. Selain itu dilaksanakan sosialisasi terhadap kegiatan program ā program kesehatan di tahun 2022ā dan evaluasi pelaksanaan kegiatan sampai Tribualan II
Penggalangan Komitmen Bersama Linsek untuk Mendukung Program & Pelayanan Puskesmas Poncol
Adapun tujuan dilaksanakannya lokakarya mini lintas sektor untuk meningkatkan kerjasama lintas sektor terkait. Sehingga kedepan program ā program bidang kesehatan di wilayah kerja Kec.Koncol berjalan baik, & untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik.
Poncol – Belakangan ini, tengah ramai istilah Twibbon di media sosial. Tentu banyak yang bertanya-tanya, apa itu Twibbon. Nah, pada artikel ini akan dijelaskan pengertian Twibbon, manfaat, serta cara membuat bingkai foto di Twibbonize.com
Arti dan Manfaat Twibbon : Twibbon adalah bingkai foto dengan format PNG yang digunakan untuk membuat foto menjadi lebih menarik. Dilansir dari Tedas.id, Twibbon berguna untuk memperindah foto dan biasanya digunakan untuk pembuatan promosi. Promosi yang dibuat bisa berbagai macam, baik itu sebuah produk atau social campaign. Promosi adalah tujuan utamanya dan manfaatnya ada begitu banyak, Twibbon bisa dimanfaatkan untuk pembuatan banner promosi di sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram. Unsur keindahan dalam bentuk bingkai foto ini bukan hanya estetika saja, tetapi untuk menarik perhatian. Semakin indah maka akan lebih menarik banyak orang untuk melihatnya. Twibbon adalah sebuah bingkai foto vektor, maka pembuatannya pasti menggunakan software editing. Memang benar, dulunya Twibbon dibuat dengan software seperti Photoshop atau Coreldraw. Perlu keahlian dan kreativitas untuk menciptakan twibbon yang menarik sebelum ditambahkan foto. Namun semakin berkembangnya zaman dan banyak yang membutuhkan bingkai foto menarik ada beberapa aplikasi yang bisa dimanfaatkan. Yuk ramaikan dan tuangkan ide – ide kreatif muš berikut adalah link Twibbonize UPTD Puskesmas Poncol š klik
*VISI PUSKESMAS PONCOL* ā Terwujudnya masyarakat Poncol mandiri untuk hidup sehat.ā
*MISI PUSKESMAS PONCOL* Mendorong terwujudnya masyarakat Poncol untuk hidup sehat secara mandiri Meningkatkan upaya pengendaliaan penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan Mewujudkan, memelihara serta meningkatkan upaya kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau. Meningkatkan dan mendayagunakan sumber daya kesehatan Menetapkan management kesehatan yang dinamis dan akuntabel
Petugas Puskesmas Poncol Memberikan Materi edukasi tentang NAPZA kepada Santri di Pondok Pesantren “Nurul Falah” DS.Poncol
Poncol – Pos kesehatan pesantren(Poskestren) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) di lingkunganĀ pondok pesantren, dengan prinsip dari, oleh, dan untuk warga pondok pesantren, yang mengutamakan pelayanan promotif, preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitative.
Untuk memaksimalkan peran Poskestren tersebut di atas, maka pada hari Kamis 2 Juni 2022, Pembinaan Poskestren oleh Petugas dari Puskesmas Poncol bertempat di Aula Ponpes “Nurul Falah”. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah Santri serta pendamping Posketren, Dalam acara ini dilakukan review pelaksanaan pendampingan posketren serta advokasi pada santri dan pendamping poskestren tersebut dalam memecahkan masalah yang ada, Terutama di bidang Kesehatan.